Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016
Pemilik Mata Teduh Salahkah aku bila memilih jalan ini? Penyesalan kini menyiksa batinku. Aku hanya ingin menyalurkan ilmuku saja di sini. Lihatlah anak-anak ini, kasihan sekali. Selama ini apakah mereka diberi ilmu dengan sempurna? Atau orang-orang itu hanya mengajar sekenanya setelah itu berlalu? Tidak sadarkah mereka telah melantarkan hak asasi anak-anak malang ini. Hak mereka untuk berilmu lebih luas. Apakah aku adalah satu-satunya harapan mereka di sini. Hei, ketahuilah anak-anak ini selalu riang bila melihatku. Mereka bahkan ingin berlama-lama denganku, tak ingin aku pergi. Tatapan mereka teduh seakan mengatakan, “Ustad, tetaplah di sini. Bantu kami untuk meraih mimpi!”. Aku adalah guru baru di sini. Satu-satunya orang yang dikucilkan. Dewan guru di sini menganggap aku orang yang aneh. Mungkin karena aku berbeda dengan mereka. Bukan aku tak mau bergaul dengan mereka. Hanya saja aku tidak suka dengan cara mereka bergaul, entah itu dari segi topik yang diobrolkan, atau...